Sumber Kabupaten Rembang pada hari Jum’at (16/5). Tradisi tahunan ini digelar di punden Dukuh Cabean sebagai bentuk ungkapan rasa syukur warga atas berkah hasil bumi serta keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Acara dimulai sejak pagi dengan agenda utama hajatan di punden, di mana warga bersama-sama membawa tumpeng, hasil panen sebagai simbol. Doa bersama pun dipanjatkan demi keberkahan, kelimpahan rezeki, dan dijauhkannya desa dari marabahaya.
Kemeriahan berlanjut dengan pentas seni anak-anak yang menampilkan berbagai tarian daerah, musik tradisional, hingga ddance modern. Anak-anak dari berbagai RT di Dusun Cabean antusias menunjukkan bakat mereka di hadapan warga yang memadati area punden.
Puncak acara ditandai dengan penampilan Ketoprak "Wahyu Manggolo", sebuah kelompok seni tradisional yang cukup dikenal di wilayah Rembang dan Pati. Dengan cerita yang sarat pesan moral dan dibalut humor khas ketoprak, pertunjukan ini berhasil memukau penonton hingga larut malam.
"Sedekah bumi ini bukan hanya tradisi, tapi juga sarana mempererat persaudaraan dan menjaga budaya lokal," ujar Kepala Dusun Cabean, Bapak Juwarto. Ia berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi warisan berharga bagi generasi muda.
Acara Sedekah Bumi Dusun Cabean menjadi contoh nyata bagaimana budaya dan spiritualitas bisa berjalan beriringan, menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan leluhur. Suasana penuh makna dan keceriaan ini kembali mengukuhkan nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal di tengah masyarakat modern.